BOGOR (09/02) – Dalam upaya mempersiapkan peserta didik menyambut bulan suci dengan kesiapan spiritual yang matang, SMK Al Hafidz menyelenggarakan kegiatan "Sosialisasi Jurnal Ramadhan 1447 H" pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema besar "Momentum Pembinaan Karakter dan Spiritual Siswa".
Acara yang berlangsung khidmat di aula sekolah ini diawali dengan sambutan hangat dari Ketua Yayasan Pendidikan Al Hafidz, Drs. H. Sudirman, M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua agar ibadah siswa dapat terkontrol dengan baik dan berkelanjutan selama bulan puasa.
Menumbuhkan Kejujuran dan Tanggung Jawab
Sesi inti sosialisasi disampaikan langsung oleh Luthfia Rifaah, S.T., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Al Hafidz. Dalam pemaparannya, Luthfia menjelaskan bahwa Jurnal Ramadhan bukan sekadar buku laporan administratif, melainkan dirancang sebagai catatan harian ibadah yang meliputi pelaksanaan puasa, shalat wajib, tadarus Al-Qur’an, hingga hafalan doa harian.
Tujuan utama dari pengisian jurnal ini adalah membiasakan siswa menjalankan ibadah Ramadhan secara tertib, sekaligus menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam diri siswa. Siswa diwajibkan mengisi jurnal setiap hari dengan jujur mengenai aktivitas ibadah yang mereka lakukan.
Peran Krusial Orang Tua
Poin penting yang ditekankan Luthfia dalam sosialisasi ini adalah keterlibatan aktif orang tua. Sekolah berharap orang tua tidak hanya sekadar memberikan tanda tangan atau paraf, tetapi juga berperan sebagai teladan ibadah di rumah serta pembimbing.
"Melalui pendampingan orang tua di rumah, kami berharap ibadah Ramadhan siswa tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi tumbuh menjadi kebutuhan dan kesadaran diri," ujar Luthfia Rifaah di hadapan para wali murid.
Mekanisme pengisian jurnal menuntut orang tua untuk mengecek kebenaran isian siswa setiap harinya sebelum memberikan paraf, yang kemudian akan diperiksa dan ditandatangani oleh wali kelas.
Harapan Pasca-Ramadhan
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya kebiasaan ibadah yang istiqamah (konsisten), yang terus terjaga meskipun bulan Ramadhan telah usai. Dengan menjadikan Ramadhan sebagai "madrasah iman", SMK Al Hafidz bertekad mencetak generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan akhlak mulia melalui hubungan yang tulus dengan Allah SWT, bukan sekadar laporan tertulis.


