Berita Sekolah

Pengajian Bulanan Guru SMK Al Hafidz: Refleksi Diri Menuju Negeri Akhirat

18 Juni 2026 | Oleh Luthfia Rifaah, S.T., M.Pd., Gr.

Pengajian Bulanan Guru SMK Al Hafidz: Refleksi Diri Menuju Negeri Akhirat
Keagamaan

Leuwiliang, 18 Juni 2026 – SMK Al Hafidz kembali melaksanakan kegiatan pengajian bulanan guru yang menjadi agenda rutin dalam rangka memperkuat ukhuwah islamiyah sekaligus meningkatkan kualitas spiritual tenaga pendidik. Kegiatan kali ini dilaksanakan di kediaman Bapak Rian Juliansyah yang disambut dengan penuh kehangatan oleh keluarga tuan rumah, sehingga menciptakan suasana yang akrab, nyaman, dan penuh kekeluargaan di antara para guru yang hadir. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Najmudin yang menambah suasana menjadi lebih khidmat dan penuh keberkahan, serta diakhiri dengan doa penutup oleh Bapak Dendi yang memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi keluarga besar SMK Al Hafidz.

Selanjutnya, kegiatan inti diisi dengan tausiyah oleh Bapak Drs. H. Sudirman, MM dengan tema “5 Perkara Sebelum 5 Perkara” sebagai pengingat bagi seluruh peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa manusia sering lalai terhadap waktu dan kesempatan yang dimiliki, padahal terdapat lima hal penting yang harus dimanfaatkan sebelum datang lima kondisi yang tidak dapat dihindari, yaitu masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati. Masa muda hendaknya digunakan untuk memperbanyak amal, ilmu, dan kebiasaan baik sebelum datang masa tua yang melemahkan fisik dan mengurangi kesempatan berbuat kebaikan. Kesehatan merupakan nikmat besar yang sering diabaikan, padahal menjadi modal utama dalam beribadah dan beraktivitas, sehingga harus dimanfaatkan sebelum datang sakit yang membatasi gerak. Kekayaan yang dimiliki hendaknya digunakan untuk kebaikan, sedekah, dan amal jariyah sebelum datang kondisi kekurangan yang membatasi kemampuan berbagi. Waktu luang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal bermanfaat sebelum datang kesibukan yang menyita waktu, sedangkan kehidupan harus dimaknai sebagai kesempatan satu-satunya untuk memperbanyak amal saleh sebelum datangnya kematian yang tidak dapat ditunda maupun dihindari.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa seorang guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai teladan akhlak, moral, dan spiritual bagi peserta didik, sehingga guru dituntut untuk terus memperbaiki diri dan menjaga niat dalam mendidik generasi muda agar menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bertakwa kepada Allah SWT. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, kekhidmatan, dan perenungan mendalam, sehingga menjadikan momen ini bukan hanya sebagai rutinitas bulanan, tetapi juga sebagai sarana muhasabah diri dan penguatan iman. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa oleh Bapak Dendi yang dipanjatkan untuk keberkahan keluarga besar SMK Al Hafidz, kesehatan para guru, serta kemajuan sekolah dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter. Melalui kegiatan pengajian bulanan ini diharapkan seluruh pendidik semakin dikuatkan dalam keimanan, ditingkatkan keikhlasannya dalam mengajar, serta senantiasa istiqamah dalam menjalankan amanah pendidikan dengan penuh tanggung jawab.

Ilmu yang kita ajarkan akan menjadi cahaya bagi murid, tetapi iman yang kita jaga akan menjadi cahaya bagi diri kita sendiri. Sebab seorang guru tidak hanya mendidik akal, tetapi juga sedang menata jalan pulang menuju akhirat.

Bagikan Berita Ini

Komentar (0)

Tinggalkan Jejak

Belum ada komentar saat ini.

Jadilah yang pertama memberikan apresiasi!

Kategori Berita

Punya Informasi Menarik?

Bagikan informasi beasiswa atau lowongan pekerjaan yang bermanfaat.

Hubungi Kami