Tutor Sebaya merupakan kegiatan pembelajaran kolaboratif di mana peserta didik yang telah memahami materi dengan baik berperan sebagai tutor untuk membantu teman sebayanya yang masih mengalami kesulitan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana belajar yang santai, komunikatif, dan saling mendukung, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, tutor sebaya biasanya terjadi saat praktik di kelas atau laboratorium, khususnya pada mata pelajaran produktif seperti teknologi informasi, pemrograman, dan pengolahan data. Siswa yang menjadi tutor membantu menjelaskan langkah-langkah kerja, memberikan contoh langsung, serta membimbing penyelesaian tugas atau proyek kepada teman-temannya.
Kegiatan tutor sebaya memiliki banyak manfaat, di antaranya:
Meningkatkan pemahaman belajar, karena siswa cenderung lebih mudah memahami penjelasan dari teman seusia.
Melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan bagi siswa yang berperan sebagai tutor.
Menumbuhkan sikap kerja sama, empati, dan kepedulian sosial antar peserta didik.
Membangun rasa percaya diri dan budaya saling membantu dalam proses pembelajaran.
Melalui tutor sebaya, peserta didik tidak hanya belajar materi pelajaran, tetapi juga belajar nilai-nilai penting seperti kolaborasi, tanggung jawab, dan saling menghargai. Kegiatan ini sejalan dengan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan partisipasi aktif siswa serta penguatan karakter.
Di lingkungan sekolah, khususnya di SMK, tutor sebaya menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk menciptakan suasana kelas yang aktif, inklusif, dan produktif, sekaligus mendorong siswa untuk berkembang bersama sesuai dengan potensi masing-masing.